WASPADA! 2 Bulan Dilaporkan 101 Kasus DBD

Kamis 14 Mar 2024 - 20:19 WIB
Reporter : Wawan
Editor : Suswadi AK

radarselatan.bacakoran.co - KOTA MANNA,  Kasus temuan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Bengkulu Selatan harus benar-benar diwaspadai.

Pasalnya kurun waktu dua bulan atau Januari hingga pertengahan Maret 2024, tercatat 101 kasus DBD menjangkiti warga.

BACA JUGA:Ustaz Abdul Somad Bakal ke Bengkulu Selatan, Ini Jadwalnya!

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Segera Keluarkan Pergub PPDB

Kasus-kasus ini tersebar di wilayah Bengkulu Selatan. Bukan hanya di kota saja, tetapi secara merata di wilayah kecamatan bahkan desa.

Penambahan kasus ini masih cukup berpotensi, mengingat cuaca yang tidak menentu dan menjadi potensi berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD.

BACA JUGA:Bupati Seluma Sebut PPPK Tetap Bisa Duduki Jabatan Struktural

BACA JUGA:Kermin, Bandar Narkoba Bengkulu Dituntut 15 Tahun Penjara

Untuk itu, Dinkes Bengkulu Selatan melalui Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) bersama Puskesmas terus menyampaikan imbauan dan melakukan fogging di lokasi terjangkit DBD.

“Dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini serta lingkungan kurang bersih, menjadi faktor pendukung tingginya penyakit DBD,” kata Kabid P2P Dinkes Bengkulu Selatan, Isman Jayadi, MM.

BACA JUGA:Waktu Habis, TGR di Dinas PUPR Belum Dibayar Sepeserpun

Disampaikan Isman, dari kasus yang cukup tinggi tersebut dalam kurun waktu kurang tiga bulan, pihaknya akan proaktif mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan gerakan 3M plus (menutup, mengubur atau menimbun dan menguras tempat penampungan air).

Karena cara ini paling efektif mengendalikan penyakit DBD, mengingat genangan air menjadi media paling cepat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DBD.

BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Pemukiman 3 Desa di Kaur

“Tingginya kasus DBD dalam kurun dua bulan terakhir memang sangat mengkhawatirkan tetapi belum masuk status kejadian luar biasa (KLB), dari data yang ada untuk bulan Februari memang tertinggi mencapai 31 kasus lebih, dan di awal bulan Maret ini trendnya sudah mulai turun, namun tetap harus diwaspadai,” kata Isman.

Kategori :