Hadapi Idul Fitri, Besok Ram Sawit Terakhir Terima TBS, Harga Tetap Stabil

TBS: Kendaraan operasional TBS siap berangkat ke pabrik jelang Idul Fitri 1445 H-Rezan/Rasel-radarselatan.bacakoran.co

radarselatan.bacakoran.co - Mendekati libur Idul Fitri 1445 Hijriah, mulai besok, Jumat (5/4/2024) seluruh ram sawit di Bengkulu Selatan akan menghentikan sementara pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Pasalnya mulai Minggu (7/4/2024), seluruh pabrik CPO yang ada di Bengkulu Selatan akan menghentikan sementara operasional pabrik mereka.

BACA JUGA:Bingung Tempat Titipkan Kendaraan Saat Mudik? Ke Mapolres Bengkulu Selatan Aja!

“Terakhir terima hari Jumat (5/4/2024) pagi, setelah itu kami libur beli TBS sampai tanggal 16 April mendatang,” ujar Dedet Martoni (30), Manajemen Ram Juang Grup.

Selama libur, petani diminta menyesuaikan jadwal panen sawit. Sehingga TBS yang berada di pohon tidak berondolan atau busuk.

BACA JUGA:Hadirkan Kontainer Export, Dukung Ekspor Produk Bengkulu

“Intinya kami mengikuti jadwal pabrik, kalau nanti ada perubahan jadwal terakhir, bisa jadi kami menerima juga berubah. Tapi kami rasa ini sudah baku,” imbuh Dedet.

Senada disampaikan Wiwin (45) pemilik ram sawit lainnya, penerimaan TBS sengaja dipercepat penutupannya untuk menghindari sanksi dari pabrik. Sebab di penghujung pasokan TBS menjelang lebaran, antre kendaraan TBS lebih padat dan banyak.

BACA JUGA:Puluhan Tim Kuning Disebar di Objek Wisata Hingga Fasilitas Umum

“Pada intinya kami tidak ingin telat mengantar TBS. Di samping itu, karena penyesuaian harga yang kadang kala berpluktuasi,” bebernya.

Sementara untuk harga beli TBS saat ini, dirinya menyebut jika diambil langsung dari lahan petani, harga TBS per kilogram Rp2100-Rp2150 tergantung grade TBS.

BACA JUGA:JANGAN KHAWATIR! BBM di Bengkulu Selatan Dipastikan Tak Bercampur dan Sesuai Takaran

Sementara jika petani yang mengantar ke lapak pengepul, maka harga ditambahkan Rp50 sebagai ganti biaya operasional pengangkutan TBS.

“Mudah-mudahan harga ini tetap bertahan seperti ini atau stabil, sehingga petani masih mendapatkan penghasilan yang optimal,” pungkasnya. (rzn)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan