Pulau Enggano Surga Terpencil di Bengkulu, Potensi Investasi Luar Biasa, Jika Diolah Mirip Dengan Bali

POTENSI INVESTASI: Potensi investasi sektor wisata di Pulau Enggano Bengkulu-istimewa-radarselatan.bacakoran.co

radarselatan.bacakoran.co - Bengkulu merupakan daerah yang sangat potensial untuk ladang investasi. Bukan hanya sektor pertanian dan perkebunan saja.

Namun sektor pariwisatanya juga tak kalah bersaing jika dikelola secara maksimal.

Salah satunya adalah Pulau Enggano, yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daerah pariwisata.

Jika sudah dikelola dengan baik, maka diyakini pulau terluar di Bengkulu ini tidak akan kalah bersaing dengan Bali.

BACA JUGA:Hasil Pleno KPU BS Dikirim ke Provinsi, Dikawal Ketat Polisi

BACA JUGA:Klon Kopi Bengkulu Yang Patut Dikembangkan, Tak Butuh Lahan Luas, Hasil Maksimal, Kualitas Jos

Pulau enggano memiliki potensi pengembangan budi daya kepiting bakau, ikan laut serta wisata alam yang menarik.

"Di Enggano, investor dapat berinvestasi paket lengkap. Bisa membangun seperti lapangan golf, hotel dan sektor wisata yang lengkap seperti kawasan terpadu," kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beberapa waktu lalu.

Selain Pulau Enggano yang bisa dijadikan ladang investasi sektor wisata, ada potensi lain yang tidak kala menarik di Bengkulu, yakni eksplorasi panas bumi Geothermal Hulu Lais, pembangunan rel kereta api, dan kelanjutan pembangunan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

BACA JUGA:DPM-PTSP Terapkan Layanan ODS, Petugas Datangi Pengusaha

BACA JUGA:Bupati Ingatkan Warga Gunakan Internet Gratis Dengan Bijak

Sedangkan untuk sektor jasa, ada beberapa program unggulan hasil industri sektor perkebunan yang sudah mulai diolah dengan sangat baik.

"Terutama Kopi Robusta Bengkulu yang mulai merambah pasar internasional," pungkas Rohidin.

Jika komoditas kopi di Provinsi Bengkulu dipetakan dalam satu kawasan dan dengan standar mutu, maka bisa memenuhi kebutuhan dasar.

BACA JUGA:Keunikan Air Terjun Dalam Goa di Kaur, Tempat Bertapa Raja Sriwijaya, Sering Terdengar Suara Aneh

BACA JUGA:Jembatan Tanjung Aur II Rusak, Petani Sulit Keluarkan Hasil Pertanian

Selama ini pengolahan masih terpisah dan dilakukan kelompok-kelompok masyarakat.

"Langkahnya bisa dengan membina masyarakat petani kopi di daerah, atau dibentuk koperasi petani. Jadi hasil kebun petani dikumpulkan, kemudian diolah dalam suatu kawasan dan dibawa untuk memenuhi kebutuhan ekspor," tutur Gubernur. (stb)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan