Kasus ISPA di Kaur Terus Meningkat, Penderita Sudah mencapai 1.154 Orang
Kasus ISPA di Kaur Terus Meningkat Penderita Sudah mencapai 1.154 Orang-istimewa-radarselatan.bacakoran.co
radarselatan.bacakoran.co - BINTUHAN, Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat Kaur saat ini menghadapi peningkatan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, tercatat 1.154 orang yang terpapar ISPA hingga November 2025. Kasus ISPA paling banyak terjadi bulan September dan Agustus.
"Sampai November laporan yang masih ke kita sudah ada ribuan yang terkena penyakit ISPA," kata Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) H. Sapuan Ilyas, S.KM, Selasa 4 November 2025.
BACA JUGA:PCNU Kaur Dilantik, Siap Bersinergi Melaksanakan Pembangunan
Penyakit ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca dan lingkungan. Masyarakat Kabupaten Kaur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah sangat disarankan untuk mencegah penyebaran penyakit.
"Kewaspadaan wajib ditingkatkan, jangan sampai seperti tahun sebelumnya jumlah kasus meningkat sangat tinggi," ujar Sapuan.
Gejala ISPA yang paling banyak ditemui saat ini adalah batuk dan flu. Banyak pasien mengeluh bahwa gejala ISPA muncul setelah menghirup debu yang beterbangan di kawasan jalan lintas.
BACA JUGA:Masyarakat Kaur Diajak Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Sayur
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada siang hari.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur terus memantau situasi dan melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi penyebaran penyakit ISPA. Masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit.
BACA JUGA:Kejari Bengkulu Selatan Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mencatut Pejabat Kejaksaan
"Harapan kita dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kasus ISPA di Kabupaten Kaur dapat menurun," paparnya. (jul)