Korban Konflik Lahan Ranah Alai Berharap Segera Ada Solusi Terbaik
SAMPAIKAN : Warga Bengkulu Selatan korban konflik lahan di Ranah Alai saat bertemu Bupati dan Waka II DPRD Bengkulu Selatan-Gio-radarselatan.bacakoran.co
radarselatan.bacakoran.co - KOTA MANNA, Harapan besar datang dari warga Bengkulu Selatan yang menjadi korban konflik lahan di Desa Ranah Alai Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.
Mereka menaruh asa agar pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Pemerintah Kabupaten Merangin dapat menghasilkan solusi terbaik dan berkeadilan bagi semua pihak yang terdampak.
Konflik lahan tersebut menyebabkan kerugian besar bagi sejumlah warga Bengkulu Selatan yang sudah sekitar empat tahun menggarap lahan dilokasi tersebut. Pondok dan tanaman kopi yang telah dirawat bertahun-tahun sudah musnah.
BACA JUGA:Seluma Targetkan Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi
Dusirwan, salah seorang warga Bengkulu Selatan yang menjadi korban konflik lahan di Renah Alai mengungkapkan, kini hanya bisa berharap adanya kejelasan dan bentuk tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
“Kami berharap ada solusi yang terbaik dari pemerintah daerah. Paling tidak ada ganti rugi untuk pondok dan tanaman kopi yang rusak, serta kepastian agar persoalan ini tidak berulang,” ujar Dusirwan.
BACA JUGA:Gaji 573 PPPK Di Kabupaten Seluma Belum Dibayar, Sudah Dua Bulan Tertunggak
Sembari menunggu penyelesaian resmi dari Pemda, sebanyak 8 kepala keluarga (KK) warga Bengkulu Selatan kini terpaksa menumpang di rumah pemilik lahan yang mereka garap.
Kondisi itu jelas menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga-keluarga tersebut karena harus hidup dalam keterbatasan sambil menanti kepastian nasib.
BACA JUGA:Hasil Audit, Banyak Perangkat Desa Belum Menguasai Administrasi
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Merangin untuk membahas upaya penyelesaian sengketa lahan di Ranah Alai.
Kedua pihak berkomitmen mencari jalan keluar yang damai dan mengutamakan kepentingan masyarakat tanpa menimbulkan ketegangan baru di lapangan.
BACA JUGA:Distributor Pupuk Subsidi di Kaur Wajib Patuhi Aturan Harga
Masyarakat berharap hasil pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan tenang dan mendapatkan kepastian hak atas lahan yang selama ini mereka garap. (yoh)